Ikan Pemangsa Buaya di Kongo


Sungguh menggoda banyak sineas untuk membuat film dokumenter, thriller Hollywood dan cerita-cerita kehidupan nyata tentang sosok pembunuh di air . Pertanyaannya adalah apakah ini nyata atau mitos?
Baru-baru ini, seorang ahli biologi dan pemancing ekstrim Jeremy Wade mempublikasikan penangkapan tigerfish goliath (Hydrocynus goliath) seberat 80 pon di Sungai Kongo di Afrika lewat klip videonya. Videonya dapat dilihat pada acara “River Monster” di Animal Planet TV.
Extreme angler Jeremy Wade holds a goliath tigerfish caught in the Congo River. Credit: Animal Planet
Barangkali Piranha adalah pembunuh sungai paling terkenal di dunia , karena sebagian besar film-film horor menceritakan tentang ganasnya pembunuh sungai ini seperti “Piranha” (1978), “Piranha Mega” (2010), dan “Piranha 3-D” (beredar pada bulan Agustus). Sebagian besar dari kita telah melihat rekaman pembunuh ini dengan gigi segitiga yang tajam dan ganas merobek daging secara efisien.

Meskipun piranha memiliki reputasi menakutkan dan berbahaya, tapi piranha sangat jarang melakukan serangan kepada manusia. Piranha hanya akan mengais pada hewan terluka parah, meskipun ada beberapa laporan yang dikonfirmasi jika ada manusia yang dibunuh oleh mereka. Padahal anjing dan lebah membunuh lebih banyak manusia dibandingkan dengan piranha.
Selain itu ada jenis piranha yang lain yaitu Megapiranha yang memiliki panjang 3 kaki (1 meter) atau empat kali ukuran piranha pada umumnya. Para ilmuwan tidak yakin mengapa ikan megapiranha ini memiliki 7 buah gigi zig-zag, sementara piranha umumnya hanya memiliki 6 buah gigi. Untungnya makhluk megapiranha ini tidak banyak ancaman, setelah mati beberapa juta tahun yang lalu.
Meskipun tidak begitu berbahaya bagi manusia, dua makhluk paling mematikan di Afrika sering mengintai tak terlihat di sungai keruh benua itu adalah buaya dan kuda nil. Rahang yang mematikan dan gigi menakutkan bertanggung jawab atas ratusan kematian tiap tahun.
Cerita supranatural tentang entitas monster sungai hampir ada pada setiap kebudayaan. Misalnya, legenda Indian Amerika Utara mengatakan banyak roh dan entitas yang hidup di sungai dan danau. Buddha Tibet percaya Kobra adalah ular yang hidup di sungai. Sayangnya, bukti kuat tentang kebenaran monster sungai masih sulit untuk dipahami.
Mungkin suatu hari nanti para ilmuwan akan dapat membuat hidup Megapiranha (a la “Jurassic Park dengan rekayasa genetik”), tapi sampai saat itu monster sungai Hollywood lebih fantasi daripada fakta. Bahkan tigerfish goliath nasih dianggap fantasi sebelum dipublikasikan secara luas di you tube.

[haxims.blogspot.com]

0 komentar :

Post a Comment